0

Kalkulator IMT

Hitung Indeks Massa Tubuh Anda dalam satuan metrik atau imperial dan lihat kategori WHO pada skala warna, sepenuhnya di peramban Anda.

🔒 Diproses sepenuhnya di browser Anda — apa pun yang Anda masukkan di sini tidak akan pernah diunggah.

IMT Anda:

IMT adalah ukuran skrining, bukan diagnosis: ini tidak membedakan otot dari lemak dan mengabaikan usia serta komposisi tubuh. Alat ini bukan nasihat medis — konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional tentang berat badan dan kesehatan Anda.

Memproses... 0%

Hasil

Indeks Massa Tubuh adalah angka skrining yang paling cepat dan banyak digunakan untuk status berat badan: berat dalam kilogram dibagi tinggi dalam meter kuadrat. Kalkulator ini melakukan perhitungan secara instan dalam kedua sistem satuan — sentimeter dan kilogram, atau kaki, inci, dan pon — dan menginterpretasikan hasilnya pada skala resmi WHO, dari berat badan kurang (di bawah 18,5) melalui rentang normal (18,5–24,9) dan kelebihan berat badan (25–29,9) hingga obesitas kelas I, II, dan III.

Alih-alih sekadar angka mentah, Anda mendapatkan konteks: skala berwarna menunjukkan dengan tepat posisi IMT Anda relatif terhadap setiap ambang batas, dan alat ini menghitung rentang berat badan sehat untuk tinggi spesifik Anda — koridor berat yang akan menempatkan Anda di antara IMT 18,5 dan 24,9. Rentang itu sering kali lebih dapat ditindaklanjuti daripada indeksnya sendiri saat Anda menetapkan tujuan.

Kalkulator berjalan sepenuhnya di peramban Anda: tinggi dan berat Anda tidak pernah dikirim ke server, disimpan, atau dibagikan. Tidak ada registrasi, tidak ada pengambilan email, dan tidak ada iklan yang menyamar sebagai hasil — cukup ketik dua angka, baca jawabannya.

Perlu diingat bahwa IMT adalah ukuran skrining tingkat populasi, bukan diagnosis. IMT tidak bisa membedakan otot dari lemak dan tidak memperhitungkan usia, jenis kelamin, atau komposisi tubuh — atlet sering kali mendapat skor 'kelebihan berat badan' meskipun memiliki sedikit lemak. Gunakan hasilnya sebagai titik awal untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan profesional, bukan sebagai vonis.