Kalkulator Ovulasi
Perkirakan tanggal ovulasi, hari masa subur, dan periode berikutnya dari periode terakhir dan panjang siklus Anda.
🔒 Diproses sepenuhnya di browser Anda — apa pun yang Anda masukkan di sini tidak akan pernah diunggah.
Hasil
Kalkulator ovulasi membantu Anda menemukan hari-hari dalam siklus di mana kemungkinan terjadi pembuahan paling tinggi. Masukkan hari pertama periode terakhir dan panjang siklus biasa Anda (antara 21 dan 35 hari), dan alat ini langsung memperkirakan tanggal ovulasi menggunakan metode standar: ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum periode berikutnya — panjang fase luteal, yang tetap stabil meskipun siklus berbeda panjangnya.
Di sekitar tanggal ovulasi, kalkulator menyoroti masa subur: lima hari sebelum ovulasi ditambah hari ovulasi itu sendiri. Sperma dapat bertahan dalam tubuh hingga lima hari, sementara sel telur hidup sekitar 12–24 jam setelah dilepaskan, sehingga keenam hari ini adalah saat kehamilan secara realistis mungkin terjadi — dengan peluang tertinggi pada dua atau tiga hari terakhir masa subur tersebut.
Karena rencana jarang hanya terbatas dalam satu bulan, alat ini juga memprakirakan tiga siklus berikutnya dalam tabel ringkas: kapan setiap periode diharapkan dimulai, perkiraan hari ovulasi, dan masa subur untuk siklus tersebut. Tanggal perkiraan periode berikutnya juga ditampilkan, yang menjadikan kalkulator ini sama praktisnya baik untuk merencanakan kehamilan maupun sekadar memantau kalender Anda.
Semuanya berjalan secara lokal di browser Anda — tanpa akun, tanpa unggahan, dan tanpa data yang disimpan, sehingga informasi pribadi tetap bersama Anda. Ingatlah bahwa metode kalender adalah perkiraan: stres, perjalanan, atau sakit dapat menggeser ovulasi, dan siklus yang tidak teratur membuat prediksi kurang andal. Ini adalah perhitungan perkiraan, bukan nasihat medis — untuk keputusan kontrasepsi atau masalah kesuburan, konsultasikan dengan dokter Anda.